Ini Dia Cara Mengawinkan Kucing Persia Dengan Benar

Cara mengawinkan kucing persia atau dalam istilah yang lain disebut mating atau breeding kesannya memang rumit. Tapi sebenarnya jika dicermati dengan baik maka akan terasa mudah. Yang paling penting adalah perhatikan kondisi kesehatan dan masa birahi kucing. Kucing yang sedang birahi belum tentu mau kawin. Mengapa demikian? ada beberapa hal yang mempengaruhi itu diantaranya faktor ketidak tertarikan kucing pada pasangan yang anda siapkan.

Sementara untuk waktu yang pas untuk kucing betina birahi tak bisa ditentukan secara pasti. Tapi kalau dicermati, kucing betina yang birahi itu tampak lebih genit dengan cara menggeliatkan tubuhnya. Frekuensi menjilati tubuhnya itu meningkat, terutama membersihkan alat kelaminnya. Sedangkan pada kucing betina menyodorkan tubuh bagian belakang saat dipegang atau dibelai. Coba saja pegang tubuh bagian belakang, jika ekornya melipat ke samping kiri atau kanan isertai gerakan dari  2 kaki belakang berjalan di tempat. Maka itu pertanda kucing telah siap dikawinkan. Kucing betina  lebih agresif mendekati kucing jantan sambil menyodorkan belakang.

Cara Mengawinkan Kucing Persia

Langkah yang dilakukan adalah Kucing jantan dan betina didekatkan dalam kandang terpisah. Inilah proses pengenalan dan penentuan proses selanjutnya. Bila berjalan lancar maka butuh waktu antara 1-2 hari.

Perkawinan bisa dilangsungkan dan berjalan secara alami. Pejantan perlahan mendekati betina, menciumi kemaluan betina, dan mulai menaiki sambil menggigit tengkuk betina. Maka berlangsunglah perkawinan. Ketika berlangsung penetrasi, betina akan mengerang keras kemudian berguling sambil menjilati kemaluannya.

Nah, kadang betina sulit dikawini pejantan karena posisi yang salah. Bila ini terjadi maka kita bisa membantunya dengan memegang betina di posisi yang benar. Keberhasilan ini tergantung pada kemampuan, pengalaman, kemauan dan kesabaran pejantan dalam menghadapi betina.

Proses itu akan berlangsung 2-7 hari dan sesudah itu pejantan dan betina dapat dipisahkan.

Mating sebaiknya dilakukan 3-4 kali per hari dalam waktu 2-3 hari berturutan. Lalu pisahkan pejantan dan betinanya hingga kita yakin terjadinya kehamilan. Jika proses kehamilan gagal biasanya betina mengalami estrus lagi. Saran dari kami agar proses perkawinan berhasil, maka sebaiknya saat perkawinan berlangsung diawasi. Ini ditandai dengan betina berguling-guling dan marah jika didekati pejantannya.

Sebaiknya Lakukan Ini Sebelum Mengawinkan Kucing

Sebelum kucing dikawinkan, lakukan pemeriksaan pada kucing betina. Berikan vaksinasi yang supaya anak yang dilahirkan bisa memperoleh nutrisi yang baik dari induk kucing yang bebas penyakit. Anak yang dilahirkan nanti berperawakan gemuk, memiliki bulu tebal, bebas bakteri, virus juga sehat.

Berikan tambahan obat cacing agar anak kucing terhindar dari cacingan. Semestinya anda sudah yakin dengan kondisi kesehatannya sebelum dikawinkan. Ini agar proses perkawianan dan persalinan bisa lancar dan anak yang dilahirkan tidak memiliki masalah karena tertular penyakit induknya.

Pada kucing jantan hanya diperiksa layaknya biasanya atau istilahnya general checkup.

Tak seperti breeding yang dilakukan pada anjing, telur kucing dijatuhkan sesudah proses breeding. Semuanya dijatuhkan sekaligus. Oleh sebab itu betina berguling-guling untuk menjatuhkan telurnya supaya bisa bertemu dengan sperma yang ditinggalkan oleh pejantannya.

Terkadang dalam waktu 24 jam atau 48 jam sesudah proses matting, betina berhenti memberikan tanda birahinya seperti berteriak, merintih, berguling-guling. Ini tandanya proses pembuahan telah terjadi. Kemudian hari ke 21 sudah dapat di cek apakah puting susunya telah membesar dan berubah warna jadi pink. Yang terjadi pada beberapa kucing Persia, perubahan kadang terjadi pada 1 bulan pertama bahkan minggu ke 6.

Incoming search terms:

  • cara mengkawinkan kucing persia

Leave a Reply